Rabu, 23 Maret 2011

PMI Kota Bekasi Mengadakan Acara Program Pemeriksaan Mata di MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi.

Teluk Pucung, Rabu, 23 Maret 2011 mulai dari jam 09.00 s/d 15.30 di MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi diadakan pemeriksaan mata gratis oleh PMI Kota Bekasi yang merupakan program PMI Indonesia dalam rangka membumihanguskan Katarak di Indonesia.
Diawali dengan surat masuk dari pihak PMI Kota Bekasi yang ditujukan kepada MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi untuk memohon izin tempat guna pemeriksaan mata bagi pelajar, mulai dari tingkat SD hingga SMP/MTS se-Indonesia guna memberantas program katarak dari Indonesia.
Sambutan yang sangat ramah ditunjukkan oleh Bapak Kepala MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi, Ust. H. A. Zubair Dasuki, S. Ag dan seluruh dewan Guru MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi dalam menerima dan menjamunya. Walaupun terkesan acara ini dadakan dan dihari aktif belajar, tapi tidak mempengaruhi semua rencana program PMI dan MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi ke depan.
 Sungguh kesempatan yang bagus dan langka bagi MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi dengan program yang dilaksanakan oleh PMI Kota Bekasi ini. Mudah-mudahan dengan program ini semua pelajar di Kota Bekasi terhindar dari bahaya katarak dan kebutaan. Tindak lanjut dari program ini adalah memberikan cuma-cuma kaca mata untuk pelajar yang teridentifikasi matanya bermasalah dengan penglihatan. Satu hari setelah pemeriksaan, pihak PMI Kota Bekasi akan balik kembali ke sekolah yang mereka tuju guna membawa hasil dari pemeriksaan sehari sebelumnya. Ungkapan yang sangat menggembirakan juga didapatkan oleh pihak PMI Kota Bekasi yang menanyakan langsung kepada beberapa siswa di MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi tentang program pemeriksaan ini. Lain halnya dengan Pembina PMR MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi, Yulizar, SKM., MM mengatakan “semoga dengan program ini ke depan semua pelajar tidak lagi mengalami masalah dalam penglihatannya di kelas.”
Pihak PMI Kota Bekasi dalam program pemeriksaan ini dibantu dengan Ekskul PMR MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi yang berada di bawah naungan OSIS MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi. Wakabid OSIS MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi menyambut baik program PMI ini, semoga dapat membawa maslahat untuk semua pelajar se Kota Bekasi dalam masalah penglihatan. IUE.COM

Selasa, 22 Maret 2011

SUSUNAN PANITIA LDKS OSIS ATTEMBEL 2011


SUSUNAN PANITIA
LDKS DAN PELANTIKAN MASING-MASING EKSKUL
OSIS MTS. ATTAQWA 16 KOTA BEKASI
TAHUN AJARAN 2011/2012

Penasehat               : Kepala MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi
                               (H. A. Zubair Dasuki, S. Ag)
Penanggung Jawab   : Wakabid OSIS MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi
  (Nursyamsuddin, MM.Pd)

Ketua Panitia            : Yulizar, SKM., MM
Sekretaris                : Ihya Ulumuddin, S.Pd.I
Bendahara               : Nurhidayat, S.Pd.I

Sie. Acara                : Bambang Sobari, S.Pd.I (Koord)
                               Nabilah El-Kamali (Paskibra)
                               Rendi Hadi Prakoso (Pramuka)
                               Yeni Asiah (PMR)
                               Puput Kurnia Rahma (Paskibra)
                               Widya Octaviani (PMR)
                               Riske Hermajayanti (Pramuka)

Sie. Pubdekdok        : Muhammad Fikro Supandi (Koord)
                               Mawardi
                               Mustofa Kamal
                               Juhara
                               Mona Fathimah
                               Dini Fitriani
                               Deviah Rahmawati

Sie. Konsumsi           : Sri Ngudi Wuryani, AM.Pd
                               Ulfah Novianti
                               Lisa Suryani
                               Nurhalimah 9.1
                               Indri Septiani
                               Dea Maulidawati
                               Sella Alviyah

Sie. P3K                  : Fadliyah (Koord)
                               Khoirunnisa Ibmi
                               Mumu Mualimah
                               Fiskiyatul Jannah

Sie. Keamanan         : Jajang Satria, S.Pd.OK (Koord)    
                               Agus Irmansyah                       
                               Ahmad Baidhowi S                    
                               Alwan Kurniawan
                               Nurhadi
                               Muhammad Ridwan

Kamis, 17 Maret 2011

Suasana UAMBN dan UAM Ala MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi


Fokus Attembel, Alhamdulillah lima hari sudah pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Bertandar Nasional (UAMBN) dan Ujian Akhir Madrasah (UAM) di MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi yang dimulai pada tanggal, 14 s/d 22 Maret 2011. Ujian ini tepat dimulai pukul 08.00 WIB dengan diawali 07.30 seluruh siswa/i wajib masuk ruangan untuk mengawali pengurekan form identitas. Pada tahun ini jumlah kelas 9 MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi sebanyak 102 orang yang tersebar di 6 (enam) ruangan ujian.
Pengawas yang terdiri dari dewan guru memulai tugasnya dengan mengecek kesiapan ATK dan kerapihan peserta uijan, mulai dari rambut, baju, celana/maksi, sepatu, kaos kaki, hingga kuku. Apabila ada yang melanggar secara otomatis akan disuruh pulang untuk memperbaikinya, sesuai arahan dari Bapak Kepala Madrasah kepada orang tua murid pada hari sebelum pelaksanaan ujian.
Ujian dimulai dengan salah seorang dari siswa di tiap-tiap ruangan untuk memimpin doa, dengan harapan semoga dimudahkan dalam menjawab soal. Seketika itu pula, suasana berubah menjadi hening nan sunyi yang tergambar hanya goyangan pensil 2B dan penggaris UN.
Bergerak saja tidak dibolehkan oleh pengawas, apalagi bertanya dan ngobrol sesama peserta ujian. Apabila peserta ingin keluar atau bertanya, maka terlebih dahulu mengacungkan tangan. Bagi kami para pengawas, ini merupakan buah hasil dari kedisiplinan dan ketegasan yang diterapkan oleh Ust. H. A. Zubair Dasuki, S. Ag selaku Kepala MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi, baik kepada seluruh siswa/i-nya maupun kepada para pembantu-pembantunya (dewan guru dan staf).
Semoga harapan dan cita-cita besar Kepala MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi yang merencanakan pada kurun 2012-2014 menuju MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi sebagai Madrasah terfavorit di Kota Bekasi dan mampu bersaing dengan Sekolah-sekolah Unggulan dan Sekolah Negeri lainnya. Amien... Bravo Attembel go to 2012-2014 Madrasah Terfavorit di Kota Bekasi.  IUE.2011     

Senin, 14 Maret 2011

Sertifikasi Tidak Tingkatkan Kualitas Guru.!!

SURABAYA - Kompetensi guru yang dinyatakan lulus setelah mengikuti sertifikasi belum mengalami perbedaan signifikan. Hasil kajian Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menyebut, sebanyak 40 persen guru yang lulus sertifikasi memiliki standar nilai dibawah lima. Artinya lebih banyak kualitas guru yang tetap meski mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP) dengan syarat lulus setifikasi.
Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, Salamun, mengatakan, hasil kajian itu, membuat Kemdiknas mewajibkan program diklat akreditasi bagi seluruh guru yang telah lulus sertifikasi dan menerima TPP. Padahal kelulusan dalam proses sertifikasi dan pemberian tunjangan dampaknya tidak terlalu banyak bagi kualifikasi seorang guru.
"Hanya 29,6 persen kompetensi guru naik setelah adanya sertifikasi dan pemberian TPP," ujar Salamun, Selasa (15/3).
Ketua Dewan Pendidikan Jatim, Zainuddin Maliki, menilai Kemdiknas harus segera melakukan evaluasi ulang dan mengubah konsep sertifikasi guru. Ia menegaskan, sertifikasi guru digunakan untuk meningkatkan kualitas guru, bukan ditujukan sebagai syarat mendapatkan tunjangan profesi.
"Saat ini dicampuradukkan. Guru dalam proses sertifikasi tidak mengejar proses, tapi hasil demi dapat mendapatkan tambahan penghasilan," ulas Zainuddin.
Ia melanjutkan, program sertifikasi guru belum berjalan ideal. Sebab, guru yang dinyatakan lulus belum menunjukkan perubahan signifikan dari sisi kualitas. Terlebih lagi, beberapa guru malah sibuk mengurus administrasi dalam proses sertifikasi. Kelulusan dalam proses sertifikasi dianggap sebagai batu loncatan untuk mendapatkan tambahan uang tunjangan.
"Persentase keberhasilan pelaksanaan sertifikasi guru untuk peningkatkan mutu hanya 50 persen. Sedangkan untuk kesejahteraan guru mencapai sekitar 60 persen," ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya itu.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur (Jatim), Ikhwan Sumadi membantah jika kinerja guru tidak meningkat, meski mendapat TPP. Ikhwan, mengaku guru penerima TPP kinerjanya sudah meningkat. Indikatornya adalah guru mulai tergerak membeli buku yang berkaitan dengan program sertifikasi.
"Guru juga berlatih membuat penelitian hasil pembelajaran di kelas," ungkapnya.
Menurut Ikhwan, lebih separuh guru yang disurvei mengalami peningkatan kinerja. Tolok ukurnya, pendidik menjadi lebih bersemangat saat mengajar dan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran kepada anak didik. Itu karena PGRI terus mendorong seluruh guru penerima sertfikasi tidak hanya menuntut haknya saja.
"Guru mulai sadar harus melaksanakan kewajibannya demi perbaikan kualitas pendidikan setelah haknya terpenuhi," jelas Ikhwan.

Keikutsertaan Sekolah Islam / Madrasah dan Pesantren dalam Kompetisi Sains Masih Rendah.

JAKARTA—Keikutsertaan sekolah Islam dalam kompetisi sains masih rendah. Padahal sekolah Islam, termasuk pesantren, memiliki potensi yang sama dengan sekolah umum atau sekolah agama non-Islam.
“Data statistik menunjukan minimnya keikutsertaan sekolah Islam dalam kompetisi sains. Sekalipun ada, hanya satu atau dua sekolah, itu pun nama-nama yang sama,” papar Hari Juliarta Priyadi, Production Manager Surya Institute,  kepada republika.co.id, usai di sela-sela Islamic Science Festival di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (8/3).
Hari menjelaskan minimnya keikutsertaan sekolah Islam dan pesantren dalam kompetisi sains boleh jadi disebabkan minimnya pengembangan sains di sekolah itu sendiri. Minimnya pengembangan itu ditenggarai karena keterbatasan infrastruktur dan tenaga pengajar yang melek sains.  Belum lagi metode yang digunakan masih terbatas penyampaian yang kaku dan kolot. Padahal, sains harus diperlakukan dengan cara yang luwes, komunikatif, dan aplikatif. 
“Selama ini pendidikan sains memang masih dominan bersifat teoritis dan pragmatis. Sulit untuk mengatakan metode pendidikan semacam itu menjanjikan pengembangan sains,” kata dia.
Menurut dia, sekolah Islam atau pesantren perlu melakukan trobosan dalam menyajikan pendidikan sains kepada anak didik. Terobosan itu diawali dengan motivasi dan sosialisasi terhadap guru.
Djunaedi Gaffar, Content Educational Kandel Multimedia, berpendapat rendahnya keikutsertaan sekolah Islam atau pesantren disebabkan kurangnya informasi atau akses kepada kompetisi. Ia mengatakan selama ini ada kesalahpahaman bahwa kompetisi yang ada diperuntukan sekolah umum atau sekolah agama non-Islam. “Sehingga mereka cenderung ragu-ragu.  Akibatnya, banyak sekolah Islam yang berpotensi tidak bisa mengikuti kompetisi,” kata dia.

Jumat, 11 Maret 2011

Siswa Tidak Lulus UN Tinggal Kelas dan Tidak Ada Susulan.

Saya atas nama Kepala MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi serta segenap Dewan Guru Attembel menghimbau kepada siswa/i yang nanti akan mengikuti UN harap persiapkan diri sejak dini dalam rangka menghadapi Ujian Nasional (UN) yang sudah semakin dekat. Karena kelulusan dan keberhasilan anda ditangan kalian semua. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam mengikuti setiap kegiatan-kegiatan sekolah secara maksimal. Jika kalian mengabaikan waktu belajar kalian, maka Siswa yang nanti tidak lulus (di do'akan lulus 100%) Ujian Nasional sekarang tidak bisa mengikuti ujian susulan dan diharuskan mengulang kembali di kelas yang sama atau mengikuti ujian paket luar sekolah. Peraturan ini sudah menjadi ketetapan Pemerintah tentunya harus kita ikuti bersama.
"...Sesuai dengan perubahan dalam penyelenggaraan UN 2010/2011 yang ditetapkan pemerintah pusat maka siswa yang tidak lulus UN tidak dapat mengikuti UN susulan, mereka harus mengulang di kelas yang sama atau mereka bisa mengikuti ujian paket," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Musi Rawas, Imam Hanafi, Senin.
Perubahan sistem tersebut, kata dia, diatur dalam Permendiknas No.45/2010 tentang Kriteria Kelulusan, yang saat ini sedang mereka sosialisasikan ke sekolah-sekolah dan kalangan masyarakat daerah itu.
Dengan adanya perubahan sistem ini membuat siswa harus belajar ekstra, jika tidak lulus UN maka mereka akan tinggal satu tahun atau mengulang melalui ujian paket pada pendidikan luar sekolah.
Selain itu penentuan kelulusan siswa dibagi 60:40 yakni 60 persen penilaian melalui UN dan 40 persen melalui ulangan harian dan penilaian prilaku di sekolah masing-masing. Sedangkan standar masih dipatok seperti tahun-tahun sebelumnya yakni 5,25.
"Nantinya sekolah dan siswa tidak bisa bermain untuk meluluskan siswanya karena nilai harian dan ulangan sekolah ini diserahkan sebelum pelaksanaan UN, jadi kalau nilai sekolah tinggi sedangkan UN kecil maka tetap tidak lulus karena standarnya kelulusan masih dipatok 5,25," katanya.
Pihaknya mengimbau sekolah-sekolah yang ada di daerah itu agar jangan terlena dan lebih meningkatkan kegiatan belajar mengajar serta memberikan pelajaran tambahan di luar jam sekolah.

Kamis, 10 Maret 2011

INFO PPSB MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi 2011-2012


Pendaftaran / Pengambilan  Formulir : Mulai  01 April 2011
Penyerahan Formulir Paling Lambat Dua Hari Setelah Pengambilan
 Pendaftaran ditutup  Setelah  Memenuhi Jumlah Penerimaan
Seleksi masuk (BTQ, Agama, Umum) Sabtu, 16 Juli  2011
 Pengumuman Hasil Seleksi  Senin, 18 Juli 2011
 Masuk  /  Masa Orientasi Siswa ( MOS ) Rabu, 20 Juli 2011
Info lebih lanjut datang langsung ke PPSB MTs. Attaqwa 16 Kota Bekasi setiap hari jam kerja, mulai pukul 09.00 s/d 15.00 WIB